TROPISME DAN GERAKAN PADA TANAMAN
RIMA MELATI
(1310421092)
KELOMPOK III A (KELAS C)
Abstrak
Praktikum tropisme dan gerakan pada tanaman dilaksanakan
pada hari Senin tanggal 11 Mei 2014 di Laboratorium Pendidikan IV Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Andalas dan Rumah Kaca Jurusan Biologi dengan tujuan untuk melihat beberapa gerak-gerak tumbuhan
dalam menanggapi ransangan dari luar seperti gerakan akibat nasti dan tropisme.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan Phaseolus
radiatus, daun Mimosa pudica dan Cucumis sativus dengan pengamatan gerak fototropisme, hidrotropisme, dan geotropisme. Dari
hasil praktikum akan didapatkan gerak tumbuhan berbeda-beda dalam menanggapi
setiap jenis rangsangan. Dari percobaan 1 didapatkan hasil yaitu: fototropisme setelah satu
minggu kecambah tumbuh menuju datangnya
arah cahaya, geotropisme walaupun petridisk diputar akar tumbuhnya tetap
kebawah arah gravitasi dan hidrotropisme hasilnya adalah arah tumbuh akar
menuju sumber air. Hasil dari percobaan 2 yaitu pada bagian pangkal, ujung dan
tengah kecepatan membuka dan menutupnya berbeda-beda. Pada saat menutup bagian
ujung menutup sangat cepat yaitu 00.01.96 detik, bagian tengah daun 00.04.30,
bagian pangkal daun yaitu 00.06.07. sedangkan pada saat membuka pada bagian
ujung 09.26.00, tengah daun 04.37.00, dan bagian pangkal daun 06.22.00. Metode
nasti gerak melilitnya sulur tanaman merambat hasilnya pada pengamatan 3 minggu tanaman mentimun (Cucumis sativus ) belum melilit.
Kata
Kunci : Fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, nasti,
tropisme
PENDAHULUAN
Gerak adalah perubahan posisi tubuh
atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon
yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan. Gerak merupakan salah satu ciri
makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang
terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan
manusia. Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak memerlukan adanya
pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya). Gerak dapat terjadi karena
adanya
pengaruh rangsangan (stimulus) (Salisbury
dan Ross, 1995).
Setiap
organisme mampu menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula
menan ggapi rangsang
tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa peru bahan posisi
tubuh atau perpinda
han yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Gerak pada
tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu gerak
higroskopis, gerak etionom dan gerak endonom. Gerak
higroskopis yaitu gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar
air, misalnya gerak membukanya kotak
spora dan peca hnya buah
tanaman polong. Gerak etionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang
dari luar, antara lain tropisme, nasti dan taksis (Lakitan, 2001).
Tropisme yaitu
gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif
jika mendekati rangsang dan tropisme negatif jika menjauhi. Bentuk tropisme
antara lain fototropisme atau helio tropisme, gerak bagian tubuh tumbu han mendekati
atau menjauhi arah cahaya matahari, contohnya adalah arah gerak batang.
Geotropisme, gerak bagian tubuh tumbuhan men dekat atau
menjauhi arah gaya gravitasi, contohnya arah gerak akar. Tigmotropisme adalah
gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang berupa sentuhan atau persinggungan,
contohnya gerak sulur yang melilit. Hidrotropisme, gerak bagian tumbu han karena
rangsang berupa air, contoh gerak akar menuju ke daerah yang banyak mengandung
air. Kemotropisme, gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang yang berupa zat
atau bahan kimia, contoh gerak tumbuh akar menuju daerah yang banyak mengandung
unsur hara. Thermotropisme, gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang berupa
panas, contohnya gerak bagian tubuh tumbuhan mendekati atau menjauhi panas. Reotropisme
adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rang sang berupa arus
air, contohnya gerak tumbuhan air yang tumbuh searah dengan arus air (Treshaw,
1970).
Perubahan
lingkungan yang menginduksi gerakan tumbuhan (atau respon lainnya) disebut
rangsangan. Sering rangsangan menginduksi suatu proses pada tumbuhan, yang bisa
berlanjut bahkan setelah rangsangan tidak lagi ada dalam bentuk semula. Hal itu
terjadi pada gerak harian daun yang berubah arah sebagai responnya terhadap
terbit dan terbenamnya matahari. Demikian juga, batang akan terus membengkok
menuju cahaya atau menjauhi gravitasi selama beberapa waktu lamanya setelah
rangsangan cahaya atau gravitasi hilang (Salisbury dan Ross, 1995).
Nasti
yaitu gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang. Gerak
ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang.
Beberapa bentuk nasti yaitu tigmonosti/seiSmo nasti adalah
gerak nasti yang disebab
kan oleh rangsang mekanisme berupa sentuhan atau tekanan, contohnya
menutupnya daun putri malu. Termo
nasti, gerak nasti karena penga ruh rangsang suhu, contoh gerak membukanya bunga tulip.
Fotonasti, gerak nasti karena pengaruh rangsa ngan cahaya,
contohnya adalah gerak mekarnya bunga pukul empat, bunga waru, dan bunga
kupu-kupu. Nikti nasti,
gerak menutup atau rebahnya tumbuhan karena pengaruh gelap atau menjelang
malam, contohnya gerak tidur daun lamtoro pada malam hari. Nasti kompleks,
gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus yang saling terikat,
contohnya membuka dan menutupnya sel pada stomata (Soemartono, 1979).
Taksis merupakan
gerak perpindahan tempat sebagian atau seluruh bagian tumbuhan akibat dari
adanya rangsangan. Macam-macam taksis yaitu kemotaksis, gerak taksis yang
disebabkan oleh zat kimia. Con
tohnya pergerakan sel gamet jantan pada tumbuhan lumurt bergerak menuju sel
gamet betina. Fototaksis, gerak taksis yang disebabkan oleh cahaya matahari
(Lakitan, 2007).
Tiga
tahap gerakan tumbuhan yaitu (1) penerimaan, yaitu bagai mana cara tumbuhan
atau bagian tumbuhan melacak rangsangan lingku ngan yang
menyebabkan timbul
nya respon. Misalnya pigmen apa saja yang ada didalam sel atau jaringan
yang memberikan respon terhadap gerakan grafitasi, (2) transduksi, yaitu
bagaiman cara mekanisme peneri
maan menstranduksikan rangsa
ngan yang diterimanya kepada
sejumlah sel pada organ yang akan melakukan gerakan. Dan isyarat apa yang akan
dikirimkannya artinya perubahan biokimia atau biofisika yang terjadi sebagai
responsnya terhadap rangsangan lingkungan,
melakukan gerakan. Dan isyarat apa yang akan dikirimkannya artinya
perubahan biokimia atau biofisika yang terjadi sebagai responsnya terhadap
rangsa ngan
lingkungan, (3) respons, yaitu yang sebenarnya terjadi sdelama berlangsungnya
gerakan, semua hipotesis yang mencoba menjelaskan mekanisme penerimaan dan
trans duksi
yang harus mengaitkannya dengan respon motor yang terlihat (Kimball, 1996).
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum Pergerakan Tumbuhan ini
dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 26 Mei 2010, yang bertempat di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, jurusan Biologi Universitas Andalas, Padang.
Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada
praktikum ini seperti: kotak karton berlobang, kertas label, ajir, pot dari
botol dan kotak kaca. Sedangkan bahan yang digunakan adalah biji tanaman kacang
hijau (Phaseolus radiatus), biji
mentimun (Cucumis sativus) yang sudah
ditanam selama 1 minggu, dan tanaman hidup Mimosa
pudica.
Cara Kerja
1.
Mengamati Gerak Tropisme Pada Tumbuhan
Phaseolus radiates
a. Fototropisme
Tanah dibersihkan dari
kotoran-kotorannya, kemudian diisi ke dalam kantong plastik. Rendam 10 biji
kacang hijau kira-kira 15 menit, kemudian di tanam ke dalam pot botol nescafe
yang telah berisi tanah yang sudah dibersihkan. Kantong yang telah berisi biji
disimpan di dalam kotak berlobang dan letakan di rumah kaca. Amati tanaman yang
keluar dari lobang.
b. Geotropisme
Tanah yang teah disediakan kemu- dian dibersihkan
dari kotoran-koto rannya, kemudian diisi ke dalam kotak kaca. Rendam 10 biji
kacang hijau kira-kira
15 menit, kemudian ditanam ke dalam pot kaca yang telah diisi tanah. Usahakan
ditanam dipinggiran kotak kaca agar jelas kelihatan dari luar dan peletakan
biji dengan keadaan zig zag. Lalu siram air secukupnya. Setelah itu tanaman
dibiarkan tumbuh lebih kurang dua hari, kemudian perhatikan ukurannya yang
lurus belum bercabang. Kotak kaca dibalik sedemikian rupa, sehingga pertumbuhan
akar terhadap gravitasi bumi dapat diamati.
d. Hidrotropisme
Tanah dibersihkan dari kotoran-kotorannya,
kemudian diisi ke dalam kotak kaca. Rendam 10 biji kaca hijau kira-kira 15
menit, kemudian ditanam kedalam kotak kaca yang telah diisi tanah. Biji ditanam
pada bagian pinggirnya saja atau pada sudut-sudutnya, kemudian tanaman disiram
pada bagian tengahnya yang kosong. Amati sikap akar pada hari berikutnya.
2. Mengamati Gerak Nasti dan Gerak
Sulur Pada Tumbuhan
a. Gerak membuka dan menutupnya daun Mimosa pudica
Lakukan penyentuhan terhadap tanaman Mimosa pudica yang ada dilapangan pada
bagian ujung, tengah, dan pada pangkal tangkai daun majemuk. Amati respon gerak
yang diberikan oleh daun Mimosa pudica
dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup dengan sempurna semua
daunnya yang member respon terhadap sentuhan yang diberikan. Kemudian, biarkan
daun Mimosa pudica tersebut kembali
ke kondisi semula dan dicatat waktu yang diperlukan untuk melakukan hal
tersebut. Setelah itu, tulis dan simpulkan hasil percobaan dengan
mendeskripsikannya dan membuat grafik.
b. Gerak melilitnya sulur
tanaman merambat
Tanam biji mentimun (Cucumis sativus) di dalam pot. Lakukan
penyi raman secara teratur dan setelah mulai berkecambah dengan hipokotil yang
telah terangkat dari permukaan tanah, diberi ajir untuk tempat melilit sulur
tanaman tersebut. Lakukan pengamatan setiap dua hari selama 2 minggu, amati
arah pergerakan sulur dan catat faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi
pergerakan tersebut, kemudian laporkan pengamatan dalam bentuk deskripsi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mengamati
Gerak Tropisme Pada Tumbuhan Phaseolus radiates
Tabel
1. Hasil pengamatan gerakan
tanaman pada fototropisme, geotro pisme, dan hidrotropis.
No
|
Gerak
|
Keterangan
|
1
|
Fototropisme
|
Tanaman mengarah
kelo bang yang dibuat sebagai tempat lewatnya cahaya. Batang yang terkena
cahaya matahari berwa rna hijau dan pendek, sedangkan batang yang tidak
terkena cahaya matahari berwarna kuning dan panjang.
|
2
|
Geotropisme
|
Akar dari Phaseolus radiatus mengarah kebaw ah
yaitu pusat bumi, tetapi setelah petridish diputar secara vertikal, arah dari
akar ada yang keatas (geotropisme neg atif) dan ada yang mengarah kebawah
(geo tropisme positif).
|
3
|
Hidrotropisme
|
Akar tanaman
mengarah kebagian tengah dimana tempat tersedianya air
|
Dari percobaan yang telah dilakukan
diperoleh hasil bahwa gerak fototro pisme pada tumbuhan Phaseolus radiatus dapat
dilihat pada gambar 1(lampiran) dan tabel 1, bahwa pada kardus berlubang terlihat pucuk Phaseolus menuju rangsangan cahaya. Garak pada
tumbuhan Phaseolus radiatus
membelok kearah
datangnya cahaya yang merupakan fototropisme positif. Hal ini sesuai
dengan Dwijoseputro (1985) bahwa Pada tumbuhan, bagian yang peka
terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke
sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas
ke arah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut
fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.
Pada percobaan geotropisme ini, dapat lihat peristiwa gerak geotropisme
pada tumbuhan Phaseolus radiatus dapat
dilihat pada gambar 2, yaitu ketika arah
posisi tumbuh tanaman diubah dari vertikal menjadi horizontal maka arah tumbuh
akar kecambah Phaseolus radiatus pun
mengalami perubahan kearah gravitasi menuju kebawah,
akarnya tumbuh menuju
pusat bumi walaupun posisi petridisk sudah diputar ketika pertama kali tumbuh
sekitar 3 cm dan akar kecambah tetap tumbuh menuju pusta bumi (kebawah),
hal ini menunjukkan arah gerak yang berupa gerak geotropisme yang terjadi pada akar
tumbuhan tersebut.
|
Dari pengamatan ini dapat dilihat bahwa respon tanaman Phaseolus radiatus berupa geotropisme
positif karena mendekati gravitasi. Hal ini sesuai menurut Kimbal (1996) bahwa
arah tumbuh akar selalu ke bawah akibat rangsangan
gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak
yang disebabkan rangsangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak
akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak
menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme
positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut
geotropisme negatif.
Pada percobaan hidrotropisme setelah kecambah phaseolus radiatus dapat
dilihat pada gambar 3. Kecambah phaseolus radiatus tumbuh dengan baik
pada hari pertama mendekat sumber air, kemudian pada hari selanjutnya
ukuran kecamabah semakin bertambah tinggi dan arah pergerakan kecambah juga
masih menuju arah datangnya sumber air, atau biasa disebut dengan gerak hidrotropisme. Hal ini sesuai dengan teori menurut Treshaw (1970) bahwa hidrotropisme adalah
gerak bagian tumbuhan karena rangsang berupa air, contoh gerak akar menuju ke
daerah yang banyak mengandung air.
Hidrotropisme adalah gerakan yang dilakukan tumbuhan sebagai respon terhadap
rangsangan yang berupa air. Akar tumbuhan akan melakukan gerak hidrotropisme
positif. Kadang-kadang didapatkan bahwa respon atau reaksi tumbuhan terhadap
rangsangan air lebih besar,
jika dibandingkan dengan rangsangan gaya tarik bumi (Sallisbury dan Ross, 1995).
Mengamati
Gerak Nasti dan Gerak Sulur Pada Tumbuhan
Gerak membuka dan menutup Mimosa pudica
Dari praktikum yang telah dilakukan
maka didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 1. Gerak Membuka dan Menutupnya Daun Mimosa pudica
Perlakuan
|
Waktu yang diperlukan
|
|
Menutup
|
membuka
|
|
Ujung daun
|
00.01.96
|
09.26.00
|
Tengah daun
|
00.04.30
|
04.37.00
|
Pangkal daun
|
00.06.07
|
06.22.00
|
Pada percobaan membuka dan menutupnya daun Mimosa pudica dapat dilihat bahwa bagian yang paling cepat
mengatup ketika disentuh adalah bagian yang ujung kemudian bagian tengah dan pangkal. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk
kembali membuka yang paling cepat adalah juga bagian tengah kemudian bagian
pangkal dan bagian ujung.
|
Tigmotropisme
merupakan gerakan menutup yang terjadi pada daun tumbuhan yang disebabkan oleh
sentuhan. Gerak ini dapat dilihat, jika daun tanaman putri malu (Mimosa pudica) disentuh, daun-daun tumbu-
han tersebut akan menutup atau melipat. Faktor
yang menyebab kan menutupnya daun Mimosa
pudica menguncup apabila disentuh adalah karena terjadinya perpindahan air
dari jaringan daun ke bagian pulvinus yang terletak pada bagian pangkal
tangkainya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Salisbury dan Ross (1995), yang
menyatakan bahwa, tanaman Mimosa pudica
apabila disentuh, digoyang, dipanasi, didinginkan dengan cepat, atau diberi ransangan
listrik, anak daun akan mengatup serenpak dengan cepat. Jika hanya satu anak
daun yang diransang, ransangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan, sehingga
anak daun lain ikut mengatup. Pelipatan
terjadi karena air diangkut keluar dari sel motor pada pulvinus, kejadian yang
berhubungan dengan keluarnya K+.
Tanggapan
terhadap sentuhan ini memerlukan waktu satu atau dua detik, yang menyebabkan daun-daun putri malu ini
menutup adalah karena kehilangan
tekanan turgor secara tiba-tiba dalam sel-sel parenkim pada pulvinus dekat
tangkai daun (petiolus) tumbuhan putri malu tersebut. Jika yang disentuh hanya
ujung anak-anak daun saja, maka yang akan melipat berpasang-pasangan dari ujung
ke pangkal daun, disusul daun berikutnya di sepanjang batang itu, demikian seterusnya
sampai semua daun melipat. Seolah-olah ada rangsang yang mengalir dari
daun ke daun yang lain (Barret, 1986).
Pada
waktu daun disentuh atau rangsangan panas, sel-sel kehilangan kalium yang
menyebabkan air keluar dari sel-sel pulvinus bagian bawah pangkal daun
dan masuk ke ruang antar sel secara osmosis, akibatnya tekanan turgor sel-sel
itu menurun dan turgor sel-sel bagian atas tetap sama. Hal ini menyebabkan
petiolus bergerak ke bawah, sedangkan anak-anak daun bergerak ke atas
(menutup). Setelah sepuluh menit turgor akan kembali normal, sehingga daun
kembali seperti keadaan semula (Goodman,
1986).
Pada
percobaan gerak melilitnya sulur tanaman merambat Cucumis sativus pada pengamatan tidak memperoleh hasil akhir yang memuaskan
dikarenakan waktu yang begitu singkat untuk pengamatan
yaitu selama 3 minggu, sehingga belum
ada sulur dari tanaman merambat pada kayu yang ditancapkan disekita-rnya.
Namun berdasarkan teori yang dinaytakan
oleh Barret (1986), dijelaskan bahwa tigmotropisme adalah gerak dari
bagian tumbuhan yang membelok akibat persinggungan dengan suatu benda. Gerakan ini dapat dilihat pada
ujung batang atau sulur tumbuhan memanjat yang membelit pada bambu atau ranting
pohon, seperti tanaman anggur, kacang panjang, kacang buncis, mentimun,
markisa, atau paria. Umumnya organ pelilit ini tumbuh lurus sampai dia
menyentuh sesuatu, setelah menyentuh bambu atau benda lainnya, tanaman itu akan
melilit.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Dari
percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1.
Kecambah pada percobaan fototropisme tumbuh bergerak
menuju cahaya keluar dari lobang kotak karton
2.
Kecambah pada percobaan geotropisme pertumbuhan akarnya
menuju gravitasi bumi
3.
Kecambah pada percobaan hidrotropisme tumbuh menuju
sumber adanya air didalam kotak kaca yaitu pada bagian tengah kotak kaca.
4.
Bagian dari daun Mimosa
pudica yang menutup lebih cepat yaitu bagian ujung daun
5. Tanaman Cucumis
sativusbelum memperlihatkan arah geraknya.
Adapun saran yang dapat diberikan
setelah melakukan praktikum ini yaitu diharapkan kepada praktikan agar memahami
prosedur kerja, hati-hati dan teliti dalam melakukan penga matan.Hal-hal yang
kurang atau tidak dimengerti, ditanyakan lansung kepada asisten pendamping.
DAFTAR PUSTAKA
Barret, J. M. 1986. Biology.
New Yersey : Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs.
Dwijoseputro, D. 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia.
Jakarta.
Goodman H., T.C. Emmel, L.E.Graham, F.M. Slowiczek, Y.
Shechter 1986. Biology . Harcourt
Brace Jovanovich, Inc. Orlando, Florida
Kimball, John.
W. 1996. Biologi
Jilid I Edisi kelima. Erlangga. Jakarta.
Lakitan, B. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Grafindo Persada. Jakarta.
Lakitan, B. 2007.
Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury, F. B and Cleon W, Ross.
1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB. Bandung.
Soemartono, S. 1979. Pedoman Praktikum Biologi Umum II. Djamban. Jakarta.
Treshaw. 1970. Environment and
Plant Respons. Inc Grow Hill Book Company. New York.
LAMPIRAN
![]() |
||||||||||||||
|
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
|
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
|
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar